Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Every Angle

Dihempaskan Waktu

Baru kemarin rasanya, saya berada pada momentum mengenakan toga, membawa bunga - bunga, tersenyum dan memeluk teman - teman. Lalu sore kemarin, di dua hari setelah perayaan tujuh belasan. Saya kembali hadir menikmati euforia wisuda milik beberapa teman. Eh, rupanya setelah diingat - ingat saya juga sudah sempat hadir di wisuda periode sebelumnya. Jadi karena saya tidak sengaja menjadi golongan orang - orang yang terburu - buru lulus, maka saya dan beberapa orang tidak bisa bersama - sama diwisuda dengan sesama angkatan. Sepertinya sudah begitu adanya kehidupan perkuliahan, masuk sama - sama tetapi belum tentu keluar pun sama - sama. Intinya, seangkatan itu wisudanya tersebar ke beberapa periode dalam kurun tahun ini. Sehingga untuk kepedulian dan penghormatan kami menjadi saling mengunjungi momen pelepasan, hal ini juga sebenarnya diharapkan, bisa jadi semacam usaha memelihara rasa kedekatan dengan sesama angkatan, sekalipun tidak diwisuda bareng.  Sudah dua kali saya menjadi p...

Suatu hari saya hanya berakhir sendiri..

Dulu saya sanggup menganggap jenis kesendirian ini sebagai kemewahan yang menentramkan ataupun kesederhanaan yang bersahaja. Rasanya saya tidak terima jika harus berbagi waktu dan rasa untuk orang lain. Membaca, duduk melamun di trotoar, mensketsa keramaian jalanan, pergi berkendara di tengah malam, dan semua hal yang saya inginkan hanya ingin saya lalui sendirian. Sendirian. Sendirian. Selama sembilan belas tahun kesendirian itu saya percayai lebih dari apapun. Dan itu begitu menyenangkan, karena saat saya bertemu masalah atau saat saya bahagia, saya tahu itu datang dari diri saya sendiri. Lalu, di puncak keletihan, kegelisahan, kesenangan, kenyamanan saya hanya harus segera berlari pada Tuhan. Hanya Tuhan dan Saya…. Suatu hari.. Untuk pertama kalinya saya tidak lagi bisa memesrai diri saya sendiri ataupun memesrai Tuhan dalam kesendirian. Suatu hari saya ingin menukar waktu – waktu sendiri saya untuk bisa duduk bersamanya. Seseorang yang bahkan tidak pernah saya sangka akan le...

BORN

Semua ini saya dapatkan saat proses pendewasaan saya menuju usia dua puluh tahun.  LONE  Untuk melawan penderitaan yang mungkin datang dari hubungan seseorang dengan orang lain, usaha perlindungan yang paling cepat dilakukan adalah tindakan isolasi sukarela, mengasingkan diri dari orang lain. Kebahagiaan yang bisa dicapai melalui jalur ini adalah ketenangan. ( from freud ) THYMOS "Hasrat untuk memperoleh pengakuan" : Plato telah berbicara tentang thymos atau kesemangatan (spiritedness), Machiavelli tentang hasrat manusia memperoleh kemuliaan, Hobbes tentang amour prope-nya, Alexander Hamilton dari cinta akan kemasyhuran, James Madison tentang ambisi, Hegel tentang pengakuan, dan Nietzsche tentang manusia sebagai binatang berpipi merah.  ( from f. fukuyama ) Don't you ever grow up, it could stay this simple No one's ever burned you, nothing's ever left you scarred And even though you want to, just try to never grow up Take pictu...

PAIR

A lot of people have many hobbies, more than one. Maybe two, or three. I might be one of them. From many activities that I’ve done, reading books and watching films are two things that are most often done and I love both of them. Time passed, till one day my ego creates a childish thing with no clearly reason. I started making problem with my own hobbies, I want to force of it, I think there must be one thing more beloved and become a priority. I was introduced to the two activities at the same time, so perhaps I felt in love with them at the same time too. Then it’s hard to choose which the first thing I loved and going to be electable and maintained. But I still wouldn’t stop to compare each other. I asked which the better for me? Reading books and watching films are giving me a comfort zone, but in many ways I realize that reading a book is better, it use to intellectual development. Moreover, as someone who did learning process, reading becomes a necessity. The term in a s...

17th September

Simon Weil, Hugo Chavez, sampai Bill Kovach dan Rachel Maddow. Nama – nama itu sejajar dalam posisi sekian banyak orang hebat untuk saya. Tapi secara khusus tidak akan saya bahas mereka atau karya – karya dan pemikiran – pemikirannya, yang sebenarnya sudah sangat banyak dituliskan oleh orang – orang lain yang juga mengagumi mereka. Tanpa mengurangi sedikitpun pengaruh mereka bagi diri saya dan proses belajar saya, pada malam yang tampak lebih tenang dan gelap ini. Saya akan menceritakan mereka yang lainnya, delapan belas orang yang tidak hanya hadir selintas dalam perjalanan hidup perempuan keras kepala seperti saya. Mereka, delapan belas orang yang saya temukan secara bersamaan dan menyatu dalam satu konsep keluarga dan partner kerja professional. Dari delapan belas orang itu, ada tiga poros yang saya andaikan mereka sebagai matahari, bulan dan bintang. Poros pertama, sang matahari. Seorang perempuan yang memiliki kebesaran jiwa luar biasa, kemampuan memimpin yang tidak bis...